-->

Terimakasih Bapak

Seperti anaknya, Bapaknya pun juga. Hari ini adalah ulang tahun  Bapak, tidak ada perayaan yang spesial di hari-hari ini, hari yang menurut saya rasanya seperti hari-hari biasa. Melihat Bapak sedang duduk, rasanya hati ini berkata saya harus memberikan sesuatu. Tak ada yang bisa saya berikan, saya bingung ingin memberi apa, tetapi yang bisa saya lakukan adalah mengucapkan selamat ulang tahun, hanya itu saja. Keluarga sederhana  ini telah di pimpin bapak 18 tahun yang lalu sejak saya lahir. Belum satupun yang bisa saya berikan kepada Bapak, mungkin prestasi saya di SMA  yaitu menjadi pemenang Olimpiade Penelitian tingkat Nasional dan akhirnya mendapatkan medali emas, itu belum cukup. Kadang-kadang justru saya membuat hati Bapak merasa sedih, kadang saya mengeluh tentang universitas, kadang saya menginginkan untuk kuliah di luar kota, saya ingin drop out.

Sudah banyak janji yang dulu saya janjikan pada diri saya sendiri. Ketika saya kecil, saya selalu dihibur oleh Bapak, tetapi sekarang saya justru tidak pernah menghibur Bapak saya. Anak macam apa saya ini ?, Saya diberi "makanan" tiap hari, tetapi saya tidak pernah memberi kembali "makanan". Saya sadar, saya sendiri merupakan orang yang cukup bodoh !. Tidak tau berterimakasih atas orang tua, yang saya rasakan hanyalah kesedihan hati ini. Apa yang bisa saya berikan adalah memberikan yang terbaik untuk orang tua saya dan masa depan. "Selamat ulang tahun Bapak..." itu hanya kata-kata yang bisa saya ucapkan, dan hadiah yang special untuk Bapak saya adalah . . . . kesuksesan anaknya, yang selama ini telah diberi tempat di keluarga ini.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.